a) Rational economic
b) Sosial man
c) Self actuating
d) Complex Man = motifnya banyak, berubah-ubah.
Sabtu, 27 November 2010
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
1. ciri-ciri pribadi individu (individual characteristic)
2. tingkat dan jenis pekerjaan (job characteristic)
3. lingkungan (environmental situations)
5. Self – Actualization Needs
4. Self – Esteem Needs
3. Social Needs
2. Security Needs
1. Psychological Needs
(Oleh : Klara Innata Arishanti, S.Psi)
2. tingkat dan jenis pekerjaan (job characteristic)
3. lingkungan (environmental situations)
5. Self – Actualization Needs
4. Self – Esteem Needs
3. Social Needs
2. Security Needs
1. Psychological Needs
(Oleh : Klara Innata Arishanti, S.Psi)
TEORI MOTIVASI
a) Teori hierarki kebutuhan A.H. Maslow
Menyusun tingkat kebutuhan manusia
b) Teori ERG, Alderfer, E = eksistensi = kebutuhan fisiologis, R = relatednes = afiliasi G = growth = produksi/kreasi
c) Teori 2 faktor Frederick Herzberg :
(1)factor kesehatan selaras dengan E dan R,
(2)factor motivasi selaras G.
Ada 2 faktor yang mempengaruhi individu:
a. Satisfiers = intrinsic factor
Maslow = higher order needs (self esteem dan self actualization)
b. Dissatisfiers = extrinsic factor
d) Teori harapan, Vroom:
1)outcome = hasil, suatu perilaku menghasilkan suatu hasil.
2)Valensi, nilai/tingkat hasil dari macam prioritas.
3)harapan usaha = expectasi, hasil itu dapat diusahakan/keyakinan.
e) Teori Persepsi, Pace & Faules : berkaitan dengan vitalitas kerja
(1)berapa jauh harapan karyawan dipenuhi organisasi,
(2)apa yang dipikirkan karyawan tentang peluangnya dalam organisasi, (3)bagaimana pendapat karyawan mengenai seberapa pemenuhan yang diperoleh dari pekerjaan dalam organisasi,
(4)bagaimana persepsi karyawan mengenai kinerja mereka dalam organisasi.
f) Teori Kebutuhan dari Mc Clleland
1) Need of power
2) Need of affiliation
3)Need of achievement
Menyusun tingkat kebutuhan manusia
b) Teori ERG, Alderfer, E = eksistensi = kebutuhan fisiologis, R = relatednes = afiliasi G = growth = produksi/kreasi
c) Teori 2 faktor Frederick Herzberg :
(1)factor kesehatan selaras dengan E dan R,
(2)factor motivasi selaras G.
Ada 2 faktor yang mempengaruhi individu:
a. Satisfiers = intrinsic factor
Maslow = higher order needs (self esteem dan self actualization)
b. Dissatisfiers = extrinsic factor
d) Teori harapan, Vroom:
1)outcome = hasil, suatu perilaku menghasilkan suatu hasil.
2)Valensi, nilai/tingkat hasil dari macam prioritas.
3)harapan usaha = expectasi, hasil itu dapat diusahakan/keyakinan.
e) Teori Persepsi, Pace & Faules : berkaitan dengan vitalitas kerja
(1)berapa jauh harapan karyawan dipenuhi organisasi,
(2)apa yang dipikirkan karyawan tentang peluangnya dalam organisasi, (3)bagaimana pendapat karyawan mengenai seberapa pemenuhan yang diperoleh dari pekerjaan dalam organisasi,
(4)bagaimana persepsi karyawan mengenai kinerja mereka dalam organisasi.
f) Teori Kebutuhan dari Mc Clleland
1) Need of power
2) Need of affiliation
3)Need of achievement
Definisi MOTIVASI
Jack Haloran : motivasi adalah dorongan yang datang dari dalam diri, bukan rangsangan dari luar.
Dua macam kegiatan :
a)kegiatan yang terarah ke tujuan.
b)kegiatan tujuan, terikat kepada tujuan (goal activity).
(1) Proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan,
persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang, timbul dari dalam diri
(intrinsik) atau dari luar diri (ekstrinsik) karena adanya rangsangan.
(2) Dorongan kerja yang timbul pada diri seseorang untuk berperilaku dalam
mencapai tujuan yang telah ditentukan.
(3) Suatu usaha sadar untuk mempengaruhi perilaku seseorang agar mengarah
pada tercapainya tujuan organisasi.
Motivasi Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju.
Dua macam kegiatan :
a)kegiatan yang terarah ke tujuan.
b)kegiatan tujuan, terikat kepada tujuan (goal activity).
(1) Proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan,
persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang, timbul dari dalam diri
(intrinsik) atau dari luar diri (ekstrinsik) karena adanya rangsangan.
(2) Dorongan kerja yang timbul pada diri seseorang untuk berperilaku dalam
mencapai tujuan yang telah ditentukan.
(3) Suatu usaha sadar untuk mempengaruhi perilaku seseorang agar mengarah
pada tercapainya tujuan organisasi.
Motivasi Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju.
Minggu, 21 November 2010
DIMENSI KOHESIVITAS KELOMPOK
Forsyth (1999) ada empat dimensi kohesivitas kelompok, yaitu :
a. Kekuatan Sosial
Keseluruhan dari dorongan yang dilakukan oleh individu dalam kelompok untuk tetap berada dalam kelompoknya. Dorongan yang menjadikan anggota kelompok selalu berhubungan dan kumpulan dari anggota tersebut membuat mereka bersatu.
b. Kesatuan dalam kelompok
Perasaan saling memiliki terhadap kelompoknya dan memiliki perasaan moral yang berhubungan dengan keanggotaannya dalam kelompok.
c. Daya tarik
Individu akan lebih tertarik melihat dari segi kelompok kerjanya sendiri dari pada melihat dari anggotanya secara spesifik.
d. Kerja sama kelompok
Individu memiliki keinginan yang lebih besar untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok.
a. Kekuatan Sosial
Keseluruhan dari dorongan yang dilakukan oleh individu dalam kelompok untuk tetap berada dalam kelompoknya. Dorongan yang menjadikan anggota kelompok selalu berhubungan dan kumpulan dari anggota tersebut membuat mereka bersatu.
b. Kesatuan dalam kelompok
Perasaan saling memiliki terhadap kelompoknya dan memiliki perasaan moral yang berhubungan dengan keanggotaannya dalam kelompok.
c. Daya tarik
Individu akan lebih tertarik melihat dari segi kelompok kerjanya sendiri dari pada melihat dari anggotanya secara spesifik.
d. Kerja sama kelompok
Individu memiliki keinginan yang lebih besar untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok.
Faktor-Faktor Yang Dapat Menurunkan Tingkat Kohesivitas Kelompok
Adanya sejumlah faktor yang dapat menurunkan adanya kohesivitas, seperti adanya ketidaksamaan tentang tujuan, besarnya kelompok, pengalaman yang tidak menyenangkan dengan kelompok dan dominasi.
a. Ketidaksamaan tentang tujuan.
Ketidaksamaan pandangan tentang tujuan dari para anggota kelompok dapat menimbulkan adanya konflik. Bila konflik yang terjadi tuidak dapat dikendalikan dapat menyebabkan adanya penurunan tingkat kepaduan.
b. Besarnya anggota kelompok.
Sejalan dengan bertambah besarnya kelompok, maka frekuensi interaksi di antara anggota kelompok akan menurun. Dengan demikian dapat menurunkan tingkat kepaduan.
a. Ketidaksamaan tentang tujuan.
Ketidaksamaan pandangan tentang tujuan dari para anggota kelompok dapat menimbulkan adanya konflik. Bila konflik yang terjadi tuidak dapat dikendalikan dapat menyebabkan adanya penurunan tingkat kepaduan.
b. Besarnya anggota kelompok.
Sejalan dengan bertambah besarnya kelompok, maka frekuensi interaksi di antara anggota kelompok akan menurun. Dengan demikian dapat menurunkan tingkat kepaduan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOHESIVITAS KELOMPOK
a. Kesamaan nilai dan tujuan
Kohesivitas akan terjadi bila anggota kelompok memiliki sikap, nilai dan tujuan yang sama.
b. Keberhasilan dalam mencapai tujuan
Keberhasilan dalam mencapai tujuan yang penting dapat meningkatkan kesatuan kelompok, kepuasan antar anggota kelompok dan membuat kelompok menjadi lebih menarik bagi anggotanya.
c. Status kelompok
Kelompok yang memiliki status atau kedudukan yang lebih tinggi lebih menarik bagi para anggotanya.
d. Penyelesaian perbedaan
Jika terjadi perbedaan tentang suatu masalah penting yang terjadi dalam kelompok, maka diperlukan penyelesaian yang dapat memuaskan semua anggota.
e. Kecocokan terhadap norma-norma
Norma membantu dan mempermudah dalam meramalkan dan mengendalikan perilaku yang terjadi dalam kelompok.
f. Daya tarik pribadi
Kohesivitas atau kepaduan akan meningkat jika terdapat adanya daya tarik dari para anggota yaitu adanya kepercayaan timbal balik dan saling memberikan dukungan. Daya tarik ini berfungsi untuk mengatasi hambatan dalam mencapai tujuan.
g. Persaingan antar kelompok
Persaingan antar kelompok yang terjadi dapat menyebabkan anggota kelompok lebih erat dan bersatu dalam melakukan aktivitasnya.
h. Pengakuan dan penghargaan
Jika suatu kelompok berprestasi dengan baik kemudian mendapat pengakuan dan penghargaan dari pimpinan, maka dapat meningkatkan kebanggaan dan kesetian dari anggota kelompok.
i. Pengalaman yang tidak menyenangkan dengan kelompok
Ketika anggota kelompok tidak menarik antara satu sama lainnya atau kurang kepercayaan di antara mereka atau adanya pengalaman yang tidak menyenangkan dapat menurunkan adanya tingkat kepaduan.
j. Persaingan intern antar anggota kelompok
Persaingan intern anggota kelompok menyebabkan adanya konflik, permusuhan dan mendorong adanya perpecahan di antara anggota kelompok.
k. Dominasi
Jika satu atau lebih anggota kelompok mendominasi kelompok atau karena sifat kepribadian tertentu yang cenderung tidak senang berinteraksi dengan anggota kelompok maka kepaduan atau kohesivitas tidak akan berkembang. Prilaku seperti itu akan menimbulkan terjadinya klik-klikdalam kelompok yang dapat menurunkan tingkat kepaduan.
Kohesivitas akan terjadi bila anggota kelompok memiliki sikap, nilai dan tujuan yang sama.
b. Keberhasilan dalam mencapai tujuan
Keberhasilan dalam mencapai tujuan yang penting dapat meningkatkan kesatuan kelompok, kepuasan antar anggota kelompok dan membuat kelompok menjadi lebih menarik bagi anggotanya.
c. Status kelompok
Kelompok yang memiliki status atau kedudukan yang lebih tinggi lebih menarik bagi para anggotanya.
d. Penyelesaian perbedaan
Jika terjadi perbedaan tentang suatu masalah penting yang terjadi dalam kelompok, maka diperlukan penyelesaian yang dapat memuaskan semua anggota.
e. Kecocokan terhadap norma-norma
Norma membantu dan mempermudah dalam meramalkan dan mengendalikan perilaku yang terjadi dalam kelompok.
f. Daya tarik pribadi
Kohesivitas atau kepaduan akan meningkat jika terdapat adanya daya tarik dari para anggota yaitu adanya kepercayaan timbal balik dan saling memberikan dukungan. Daya tarik ini berfungsi untuk mengatasi hambatan dalam mencapai tujuan.
g. Persaingan antar kelompok
Persaingan antar kelompok yang terjadi dapat menyebabkan anggota kelompok lebih erat dan bersatu dalam melakukan aktivitasnya.
h. Pengakuan dan penghargaan
Jika suatu kelompok berprestasi dengan baik kemudian mendapat pengakuan dan penghargaan dari pimpinan, maka dapat meningkatkan kebanggaan dan kesetian dari anggota kelompok.
i. Pengalaman yang tidak menyenangkan dengan kelompok
Ketika anggota kelompok tidak menarik antara satu sama lainnya atau kurang kepercayaan di antara mereka atau adanya pengalaman yang tidak menyenangkan dapat menurunkan adanya tingkat kepaduan.
j. Persaingan intern antar anggota kelompok
Persaingan intern anggota kelompok menyebabkan adanya konflik, permusuhan dan mendorong adanya perpecahan di antara anggota kelompok.
k. Dominasi
Jika satu atau lebih anggota kelompok mendominasi kelompok atau karena sifat kepribadian tertentu yang cenderung tidak senang berinteraksi dengan anggota kelompok maka kepaduan atau kohesivitas tidak akan berkembang. Prilaku seperti itu akan menimbulkan terjadinya klik-klikdalam kelompok yang dapat menurunkan tingkat kepaduan.
Langganan:
Postingan (Atom)